Kamis, Maret 5, 2026

Dapati Siswa Bolos, Personil Polsek Alla Berikan Pembinaan di Sekolah

Tribratanews.sulsel.polri.go.id – Polsek Alla saat melakukan patroli mendapati pelajar keluar dari sekolah atau membolos saat jam pelajaran. Hasilnya, tidak sedikit siswa yang sedang asyik nongkrong diluar sekolah saat jam pelajaran didapat oleh petugas patroli, para pelajar tersebut kemudian dibawa ke kantor Polisi, Selasa (10/03/2020).

Saat personil Polsek Alla Aiptu Joko Sutrisno bersama dengan Brigpol Ikhwan melakukan patroli disekitar wilayah Kecamatan Alla, Polisi mendapati para pelajar sedang asik nongkrong di warung yang tidak jauh dari sekolahnya kemudian petugas kepolisian langsung membawa pelajar tersebut ke kantor Polsek Alla Polres Enrekang.

“Kami dari pihak Kepolisian sudah bekerja sama dengan pihak sekolah apabila ada sekolah yang berada di luar sekolah pada saat jem pelajaran sedang berlangsung tanpa ada alasan yang jelas maka pihak sekolah tersebut meminta kepada kami untuk membawa anak sekolah tersebut ke kantor kemudian di panggil gurunya dan orang tuanya,” ucap Aiptu Joko.

Setelah sampai di kator Polsek Alla Polres Enrekang petugas kepolisian Brigpol Ikhwan menayakan alamat dan sekolah pada para siswa untuk dan kemudian memberikan arahan kepada mereka agar tidak mengulangi perbuatanya kembali.

Para siswa yang membolos ini langsung di serahkan kepada para gurunya dan orang tuanya agar mendapatkan pembinaan lebih baik lagi. Ia berharap, dengan adanya ini para pelajar di Kecamatan Alla tidak lagi membolos di jam-jam sekolah.

“Tentunya, bolos di saat jam pelajaran ini adalah sesuatu yang salah untuk di lakukan. Apalagi sebagai generasi penerus bangsa, harusnya para siswa dapat menjadi pelajar yang taat peraturan baik di sekolah maupun di luar sekolah,” pesan Brigpol Ikhwan.

Dilansir dari jejakpendidikan.com, penyebab anak bolos sekolah menurut Surya (2001:122) kebiasaan membolos dapat bersumber dari berbagai faktor baik internal maupun eksternal.

Secara internal, kebiasaan membolos bersumber dari dalam diri siswa yang antara lain berkaitan erat dengan faktor kecakapan potensial maupun actual, kematangan perkembangan, sikap dan kebiasaan, minat, kestabilan emosional, pengalaman, kemandirian, motivasi berprestasi, kualitas kepribadian dan sebagainya.

Faktor eksternal yang mempengaruhi kebiasaan membolos dapat bersumber dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan pergaulan teman sebaya.

Faktor dalam keluarga yang menjadi sumber timbulnya kebiasaan membolos, yaitu suasana keluarga yang kurang mendukung, keterbatasan sarana keluarga, kurangnya keharmonisan hubungan dalam keluarga.

Sementara menurut Setyowati (2004:72) beberapa masalah yang dihadapi siswa yang membolos antara lain:

1.Adanya perasaan tidak nyaman.

2.Mempunyai musuh di sekolah.

3.Tidak suka dengan beberapa mata pelajaran yang dianggap tidak penting atau tidak di sukai.

4.Merasa tertinggal dalam pelajaran yang tidak mamp.

5.Tidak suka guru yang mengajar.

6.Adanya tekanan dari teman.

7.Situasi sekolah yang tidak mendukung untuk belajar.

8.Memang karena tidak berminat untuk bersekolah.

Dari beberapa faktor diatas dapat disimpulkan bahwa faktor dari perilaku membolos yaitu intern atau yang bersumber dari dirinya sendiri, dan faktor ekstern atau faktor yang bersumber dari lingkungan sekitarnya.

Akibat dari kebiasaan membolos ini siswa dapat mengalami kegagalan dalam proses kegiatan belajar mengajar, karena tertinggal mata pelajaran. Masalah akan muncul disaat siswa yang membolos tidak memahami materi bahasan.

Related Posts

1 of 7,842
error: Mohon maaf tidak bisa klik kanan !! Terima Kasih