Selasa, Maret 3, 2026

Maling Hp di Makkassar Diringkus Polisi Saat Mencuri Satu Botol Bensin di Pasar Panampu

Tribratanews.sulsel.polri.go.id – Resmob Polsek Tallo berhasil meringkus seorang  pelaku pencurian bersama penadahnya, Selasa (27/08/19). Pelaku pencurian diketahui berinisial AR alias Panjang (18) sedangkan penadahnya berinisial AD (32).

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar mengungkapkan bahwa pelaku telah melakukan pencurian dua buah handphone masing masing merk Oppo A 3S dan Samsung pada Juli 2019 di Jalan Rapi III, Kel. Panampu, Kec. Tallo Makassar.

Terungkapnya pelaku pencurian tersebut berawal saat pelaku kedapatan oleh warga mencuri satu botol berisi bensin pertalite dibelakang pasar panampu, petugas pun langsung mengamankan dari amukan massa tersebut.

Saat dilakukan introgasi pelaku juga mengakui dan membenarkan telah melakukan pencurian dua buah handphone pada juli 2019 dari hasil curiannya tersebut pelaku jual dengan harga Rp. 700.000 kepada AD (32) warga Jalan Tinumbu Kota Makassar

Resmob Polsek Tallo kembali melakukan pengembangan terhadap pelaku pertolongan jahat atau penadah dan kembali petugas berhasil meringkus penadah lelaki AD. Selanjutnya kedua pelaku dibawah ke Polsek Tallo guna penyidikan lebih lanjut.

Faktor apa yang menyebabkan tindakan kriminalitas seperti pencurian, perampokan, pencopetan, jambret dan lainnya dari aspek sosial-psikologi adalah faktor endogen dan eksogen.

Faktor endogen adalah dorongan yang terjadi dari dirinya sendiri. Jika seorang tidak bijaksana dalan menanggapi masalah yang barang kali menyudutkan dirinya, maka kriminalitas itu bisa saja terjadi sebagai pelampiasan untuk menunjukan bahwa dialah yang benar.

Sementara faktor eksogen adalah faktor yang tercipta dari luar dirinya, faktor inilah yang bisa dikatakan cukup kompleks dan bervariasi. Kesenjangan sosial, kesenjang ekonomi, ketidak-adilan dan sebagainya, merupakan contoh penyebab terjadinya tindak kriminal yang berasal dari luar dirinya.

Pengaruh sosial dari luar dirinya itu misalnya, ajakan teman, tekanan atau ancaman pihak lain, minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang yang membuat ia tidak sadar. Hawa nafsu yang sangat hebat dan kuat, sehingga dapat menguasai segala fungsi hidup kejiwaan. Sebab pengaruh ekonomi misalnya karena keadaan yang serba kekurangan dalam kebutuhan hidup, seperti halnya kemiskinan akan memaksa seseorang untuk berbuat jahat.

Kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas. Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok. Selain itu, faktor seseorang mencuri karena adanya kesempatan untuk menjadi pencuri.

Faktor lain sehingga seseorang mencuri, mencopet atau melakukan tindak kriminalitas adalah kehendak ingin bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial. Termasuk juga atavistic trait atau sifat-sifat anti-sosial bawaan sebagai penyebab perilaku kriminal. Faktor lainnya adalah hukuman yang diberikan pada pelaku tidak proporsional atau tidak memberikan efek jera.

Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Adapun yang bisa dilakukan hanya mengurangi terjadinya aksi kriminal, melalui tindakan-tindakan pencegahan. Membatasi kesempatan seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal untuk mencuri.

Kalau pencuri akan melewati pintu masuk dan kita sudah menguncinya, tentunya cara itu termasuk mengurangi kesempatan untuk mencuri. Jika seseorang pelaku aksi jambret atau copet mengambil sesuatu dari diri kita tanpa diketahui, sebaiknya menyimpan sesuatu (barang pada posisi yang mudah kita lihat, ini merupakan cara untuk mengurangi/menghindari terjadinya aksi kejahatan pada diri kita.

Related Posts

1 of 7,830
error: Mohon maaf tidak bisa klik kanan !! Terima Kasih