Tribratanews.sulsel.polri.go.id – Untuk memutus atau mencegah penularan dan penyebaran wabah Virus Covid-19 di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, anggota Polsek Maiwa melaksanakan Operasi Yustisi di depan Mapolsek Maiwa, Senin (04/03/2022).
Operasi Yustisi dilaksanakan oleh personel Polsek Maiwa untuk memberikan imbauan kepada para pengendara baik motor atau mobil agar mentaati dan mematuhi juga menerapkan protokol kesehatan seperti pengunaan masker pada saat keluar rumah.
Dalam pelaksanaan Operasi Yustisi masih ada ditemukan masyarakat Kecamatan Maiwa yang melanggar protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker.
Kepada warga masyarakat yang tidak mengunakan masker diberikan sanksi teguran lisan serta diingatkan kembali untuk menerapkan protokol kesehatan ditengah pandemi Virus Covid-19 ini.
Kapolsek Maiwa Polres Enrekang Iptu Bahri menjelaskan kegiatan Operasi Yustisi yang dilaksanakan ini secara rutin guna memberikan imbauan kepada masyarakat atau para pengendara yang melintasi di depan Mako Polsek Maiwa agar selalu mematuhi protokol kesehatan.
“Personel kami dalam kegiatan Operasi juga membagikan masker secara gratis kepada warga guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran wabah virus Covid-19 ke Wilayah Kecamatan Maiwa ini,” ungkap Kapolsek Maiwa Iptu Bahri.
Operasi Yustisi yang digelar Polsek Maiwa untuk mendisiplinkan warga memakai masker sejalan dengan langkah pemerintah, sebab hal ini merupakan salah satu langkah dan upaya dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 yang semakin hari semakin meluas.
Dilansir dari Kompas.com, bahwa saat ini, berbagai negara di dunia telah melakukan langkah-langkah sebagai upaya menegakkan jarak fisik (Physical Distancing) ini untuk memperlambat penyebaran Covid-19.
Adapun upaya-upaya tersebut di antaranya adalah menghentikan pertemuan publik, menutup ruang-ruang publik, hingga, menutup sekolah, hingga memberlakukan penutupan total wilayah.
Isolasi diri merupakan bentuk dari social distancing, tetapi ada perbedaan penting dari keduanya. Isolasi diri dan karantina bertujuan untuk mencegah orang yang terinfeksi atau orang yang pernah melakukan kontak dengan mereka yang terinfeksi, untuk menularkan virus.
Sementara, social distancing atau physical distancing merupakan langkah yang lebih luas untuk menghentikan perkumpulan orang yang memungkinkan terjadinya penyebaran infeksi.
Ada alasan yang sangat baik tentang mengapa menjaga jarak menjadi strategi penting dalam mengontrol pandemi Covid-19.
Setiap orang yang terinfeksi virus ini diduga rata-rata menularkan kepada 2-3 orang lainnya dalam tahap awal wabah. Periode inkubasi, yaitu waktu antara infeksi dan gejala diperkirakan adalah sekitar 5 hingga 14 hari.
Jika seseorang terinfeksi dan tetap bersosialisasi seperti biasa, kemungkinan orang tersebut akan menurlarkan ke dua hingga tiga temannya yang kemudian akan menularkan kepada dua hingga tiga orang lainnya.
Sudah ada beberapa bukti yang menjelaskan bahwa tinggal di rumah dan menjaga jarak aman dengan orang lain dapat memperlambat penyebaran dan menghentikan efek domino ini.
Para ilmuwan telah menemukan adanya dua metode potensial untuk mengatasi pandemi ini dengan simulasi populasi di AS dan Inggris.
Pertama, mitigasi, difokuskan hanya pada isolasi mereka yang paling rentan dan mengarantina mereka yang menunjukkan gejala.
Kedua, penekanan, menyertakan semua orang di dalam populasi untuk menerapkan jarak fisik ini. Sementara, mereka yang menunjukkan gejala dan orang-orang di dalam rumah yang sama mengarantina diri sendiri di dalam rumah.