Tribratanews.sulsel.polri.go.id – Ungkapkan rasa duka citanya, Bhabinkamtibmas Polsek Maritengngae Aiptu Alwin dan Bripka Amran melayat kerumah salah seorang warga Desa Allakuang yang meninggal dunia, selasa (22/10/19).
“Sebelumnya itu saya pernah menjabat Bhabinkamtibmas di Desa Allakuang, jadi almarhum ini saya kenal baik,” ujar Bhabinkamtibmas Kelurahan Kanyuara Aiptu Alwin.
Di tempat yang sama Bhabinkamtibmas Desa Allakuang Bripka Amran mengatakan bahwa yang dilakukannya tersebut adalah wujud kebersamaan dan kepedulian kepada warga binaannya. “Tugas sebagai Bhabinkamtibmas itu harus selalu hadir di tengah tengah warga baik dikala suka maupun duka,” ujar Amran.
Pria kelahiran Siwa ini menyempatkan menitipkan pesan kepada kepada keluarga almarhum untuk tabah, sabar dan ikhlas menerimanya.
Kepedulian Bhabinkamtibmas Polsek Maritengngae yang hadir melayat dirumah duka merupakan bentuk penghormatan terhadap jenazah maupun keluarga jenazah, selain itu hal tersebut juga merupakan hak seorang muslim terhadap muslim lainnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Hak seorang Muslim terhadap sesama Muslim ada enam, yaitu: (1) jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, (2) jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya, (3) jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat, (4) jika ia bersin dan mengucapkan: ‘Alhamdulillah’ maka doakanlah ia, (5) jika ia sakit maka jenguklah dan (6) jika ia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya”.(HR. Muslim).
Selain menjadi hak muslim, melayat juga mempunyai pahala yang besar disisi Allah ta’ala, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa melayat jenazah muslim karena iman dan ikhlas, ia menyertainya hingga shalat jenazah dan menyelenggarakan pemakamannya, maka dia membawa pahala dua qirath, satu qirath semisal bukit uhud. Dan barangsiapa ikut shalat jenazah kemudian pulang sebelum jenazah itu dimakamkan, maka ia membawa pulang pahala satu qirath. (HR. Bukhari)
Hal ini (Melayat) juga menjadi cara untuk terus mengingat kematian yang muaranya akan membuat kita betul betul mempersiapkan bekal sebelum ajal menjemput sebab tidak satupun manusia yang bisa lari dari kematian, “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa: 78).
Dengan mengingat kematian juga membuat kita menjadi manusia yang cerdas, dari Ibnu Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).