Minggu, Maret 8, 2026

Turut Berduka, Kapolsek Pallangga Melayat Kerumah Korban Tenggelam

Tribratanews.sulsel.polri.go.id – Berita duka kembali menghampiri warga Kecamatan Pallangga, dimana salah satu anak dikabarkan meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang dilokasi bekas galian pembuatan batu merah, di Dusun Borongtala Desa Julupamai, Senin (10/06/19) sore tadi.

Mendengar kabar tersebut, Kapolsek Pallangga Akp Hendra Suyatno, S.sos pun bergegas mendatangi rumah duka, di Borongjambu Desa Julupamai Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.

Dikatakan Kapolsek, kunjungannya tersebut sebagai wujud empati, sekaligus ungkapan bela sungkawa atas meninggalnya Arif, seorang pelajar yang masih berusia 7 tahun. “Kami turut berbela sungkawa atas meninggalnya Nak Arif. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan selalu dalam menghadapi musibah,” ucap Akp Hendra Suyanto.

Lebih lanjut, Kapolsek pun menghimbau kepada warga masyarakat, khususnya para orang tua agar senantiasa mengawasi selalu anak-anaknya yang masih kecil.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya, apalagi saat bermain, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, yang dapat membahayakan keselamatan dirinya,” jelas Kapolsek Pallangga.

Selain menjalin hubungan erat antar aparat Kepolisian dengan warga, kepedulian yang diperlihatkan Kapolsek Palangga yang melayat kerumah duka warganya juga makin memperkokoh keberadaan Polisi sebagai bagian dari masyarakat.

Untuk membangun dampak positif pada tubuh Polri dibutuhkan kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dikehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi.

Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Related Posts

1 of 7,854
error: Mohon maaf tidak bisa klik kanan !! Terima Kasih