Sabtu, April 11, 2026

Wujud Empati, Bhabinkamtibmas Polsek Bontonompo Melayat Hingga Antar Jenazah Warga ke Pemakaman

Tribratanews.sulsel.polri.go.id – Wujud empati kembali ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Bontonompo Aipda Hamzah saat melayat kerumah duka Dg. Raga yang meninggal diusia 70 tahun karena sakit, Sabtu (30/11/19).

Kehadiran bhabinkamtibmas ini di tengah warga yang berduka sebagai wujud empati dan turut berduka sekaligus menyampaikan kepada keluarga duka agar selalu sabar dan ikhlas.

Tak hanya itu, Aipda Hamzah juga terlihat ikut mengikuti semua proses penyelenggaran jenazah, dari shalat jenazah hingga mengantar jenazah ke pemakaman.

Kapolsek Bontonompo Gowa Iptu Syachrir saat dikonfirmasi mengatakan bahwa ini merupakan kepedulian bhabinkamtibmas kepada warga yang berduka di wilayahnya.

“Bhabinkamtibmas bukan hanya menjaga kamtibmas di wilayahnya namun juga peduli kepada warga yang berduka dengan datang melayat, menshalati dan mengantar jenazah hingga kepemakaman,” ungkap Kapolsek.

Kepedulian Bhabinkamtibmas Polsek Bontonompo yang hadir melayat dirumah duka merupakan bentuk penghormatan terhadap jenazah maupun keluarga jenazah, selain itu hal tersebut juga merupakan hak seorang muslim terhadap muslim lainnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

“Hak seorang Muslim terhadap sesama Muslim ada enam, yaitu: (1) jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, (2) jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya, (3) jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat, (4) jika ia bersin dan mengucapkan: ‘Alhamdulillah’ maka doakanlah ia, (5) jika ia sakit maka jenguklah dan (6) jika ia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya”.(HR. Muslim).

Selain menjadi hak muslim, melayat juga mempunyai pahala yang besar disisi Allah ta’ala, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa melayat jenazah muslim karena iman dan ikhlas, ia menyertainya hingga shalat jenazah dan menyelenggarakan pemakamannya, maka dia membawa pahala dua qirath, satu qirath semisal bukit uhud. Dan barangsiapa ikut shalat jenazah kemudian pulang sebelum jenazah itu dimakamkan, maka ia membawa pulang pahala satu qirath. (HR. Bukhari)

Hal ini (Melayat) juga menjadi cara untuk terus mengingat kematian yang muaranya akan membuat kita betul betul mempersiapkan bekal sebelum ajal menjemput sebab tidak satupun manusia yang bisa lari dari kematian, “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa: 78).

Dengan mengingat kematian juga membuat kita menjadi manusia yang cerdas, dari Ibnu Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

Related Posts

1 of 7,999
error: Mohon maaf tidak bisa klik kanan !! Terima Kasih