Tribratanews.sulsel.polri.go.id – Wujudkan kepedulian sosial, Polres Maros mencanangkan program “Seru” (Seribu Sedekah) untuk menggalang dana bagi kaum duafa, tempat ibadah dan kegiatan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan uluran tangan Polri.
Kapolres Maros AKBP Musa Tampubolon mengatakan bahwa “Program “Seru” ini adalah wujud kepedulian anggota Polri terhadap masyarakat yang tidak mampu, tidak hanya masyarakat tapi juga untuk disumbangkan kerumah ibadah yang perlu kita berikan bantuan.
“Dimana setiap hari seluruh anggota Polri atau ASN Polri (Polres maupun Polsek) dianjurkan memberikan sedekah sebesar Rp. 1.000,- setiap hari Selasa dan Kamis,” ucapnya.
Langkah nyata dari gerakan ini, dimulai Selasa hari ini (10/12/19) Bagsumda Polres Maros menyiapkan sebuah kotak amal yang bertuliskan “Seru” yang kemudian setiap anggota Polri atau ASN Polri menyisihkan seribu rupiah setia selesai apel pagi pada hari selasa dan kamis.
Hasilnya dihimpun dan dibukukan, setelah sedekah Rp 1.000,- yang dikumpulkan dirasa cukup kita beli sesuatu yang bermanfaat bagi warga miskin pada hari Jumat. “Kami distribusikan setiap hari jumat sebagai Moment Jumat Barokah, artinya Selasa dan kamis Sedekah seribu dan Jumat kami distribusikan hasil kotak amal,” ujarnya.
Kapolres Maros menambahkan kegiatan ini akan dilakukan secara berkelanjutan samai ke Polsek jajaran dengan melaksanakan program sedekah seribu rupiah setiap hari Selasa dan Kamis dan memberikan bantuan ke warga yang benar-benar tidak mampu di wilayah Kabupaten Maros. Tambahnya.
“Sejatinya, Polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, kami mencoba melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sosial anggota polri kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa lebih dekat dengan Polisi,” pungkas AKBP Musa.
Gerakan seribu sedekah (Seru) dari Kapolres Maros ini merupakan program yang sangat baik, selain untuk membantu warga yang kurang mampu program ini juga mempunyai keutamaan yang besar sebab hal itu membuktikan keimanan seorang muslim, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ’anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah Azza wa Jalla senantiasa akan menolongnya. Barangsiapa melapangkan kesulitan orang Muslim, maka Allah akan melapangkan baginya dari salah satu kesempitan di hari Kiamat dan barangsiapa menutupi (aib) orang Muslim, maka Allâh menutupi (aib)nya pada hari Kiamat.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban)
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang maknanya), “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat.”
Karena balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan. Hadits-hadits tentang masalah ini banyak sekali, misalnya sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Sesungguhnya Allah menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan lainnya dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu anhu).
Seorang Muslim hendaknya berupaya untuk membantu Muslim lainnya. Membantu bisa dengan ilmu, harta, bimbingan, nasehat, saran yang baik, dengan tenaga dan lainnya.
Seorang Muslim hendaknya berupaya menghilangkan kesulitan atau penderitaan Muslim lainnya. Bila seorang Muslim membantu Muslim lainnya dengan ikhlas, maka Allah Azza wa Jalla akan memberikan balasan terbaik yaitu dilepaskan dari kesulitan terbesar dan terberat yaitu kesulitan pada hari Kiamat.
Oleh karena itu, seorang Muslim mestinya tidak bosan membantu sesama Muslim. Semoga Allah Azza wa Jalla akan menghilangkan kesulitan kita pada hari Kiamat.

































